PROPOSAL
TUDI SMK MAMBAUL FALAH PIJI,DAWE,KUDUS
USAHA TOKO BUAH IMPOR ;
“MyFruits”
Disusun oleh :
TAUFIYA UMNIYATI
KERANGKA FORMAT PROPOSAL
STUDI KELAYAKAN BISNIS
USAHA TOKO BUAH IMPOR “MyFruits”
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa
ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang
menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi
nasional pada bulan April 2008 yang mencapai 4,01% dan di DIY yang mencapai
3,07 % dan isu kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang
kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok
mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi
dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Di
sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani.
Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian
membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor
untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah
dari hasil pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada
kondisi perekonomian yang kurang kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian
rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu
untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari –
hari.
Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai
bagaimana daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan
dari beberapa penawaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan
meningkat memungkinkan pasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan
menurun menyebabkan kondisi
pasar berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang perlu
diperhatikan adalah mengenai bagaiman tingkat persaingan, daya beli masyarakat,
dan hukum permintaan maupun penawaran itu terjadi pada kondisi yang demikian.
B.
Gambaran Umum Potensi Usaha
Kalau
kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara
yang kurang stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha,
maka yang akan telintas pertama kali di benak kita adalah mengenai bagaiman
menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan dalam
jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi.
Pemikiran yang kedua adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan
kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan
keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita
semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal
– hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat
ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan
impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam
menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha
bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan toko buah impor. Selain
mengacu pada kebijakan pemerintah tentang impor, mungkin juga sebagai alasan
mengapa usaha tersebut punya peluang karena banyak dari masyarakat kita yang
cenderung bangga membeli produk – produk dari luar negeri.
C.
Gambaran Umum Industri
Dengan mengacu terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah pada
arus impor beberapa komuditas hasil pertanian, tentunya akan memberikan peluang
bagi pemilik modal untuk membidik pasar yang berkaitan dengan hal tersebut.
Salah satu unit usaha yang mungkin layak untuk dijalankan adalah unit usaha
penjualan buah impor. Unit usaha ini bukan berarti tidak memberikan dukungan
terhadap sektor pertanian buah di dalam negeri, melaikan sebagai pelaku usaha
kita harus pandai memanfaatkan peluang. Terlebih ketika harga buah lokal mahal
dan tidak sebanding dengan kualitasnya, maka pelaku usaha akan cenderung
memilih buah impor yang mampu memberikan manfaat lebih.
Persaingan dalan usaha penjualan buah memang sudah kompetitif.
Banyak sekali kita jumpai beberapa took buah, baik sekala besar ataupun skala
kecil, baik itu dilakukan di toko, kios, outlet, atau tempat berjualan lain
seperti di pasar, swalayan, maupun pusat perbelanjaan modern. Untuk dapat
bersaing dalam usaha yang bersangkutan, salah satu cara yang dilakukan adalah
dengan melakukan pemilihan segmen yang tepat, potensial dan belum banyak
digarap oleh pihak lain, kemudian menawarkan beberapa keunggulan dan nilai
lebih bagi konsumen yang menjadi segmen usaha kita.
BAB
II
ASPEK
UMUM DAN ORGANISASI
A.
Nama Unit Usaha
Unit
usaha ini diberi nama MyFuits dikarenakan bergerak dalam usaha dagang
penjualan buah segar dengan kualitas yang baik yang berasal dari Impor maupun
penyortiran terhadap buah lokal yang memiliki kualitas yang baik.
Nama
organisasi :my fruit umniea”
Jenis
Organisasi : PT yang melakukan Penjualan buah Impor
Pemilik : umnia asyafieq
B.
Legalitas Usaha
Dari
segi legalitas usaha, unit usaha ini beberapa dokumen badan hukum untuk
melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan
lancar di kemudian hari karena unit usaha ini skalanya adalah impor. Beberapa
dokumen hukum yang dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah :
a.
Badan hukum
Untuk
usaha ini yaitu berupa PT. Karena usaha yang kami lakukan sifatnya merupakan
usaha bersama dengan modal bersama dan keuntungan dibagi bersama berdasarkan
besarnya Inbreng dari masing masing pemodal, dimana seluruh aktivitas yang
timbul dalam pengelolaan menjadi tanggung jawab PT.
Selain itu, badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian,
melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam
saham, badan hukumnya merupakan subyek hukum dan kekayaan yang terpisah (modal
).
b.
Tanda daftar perusahaan dan Surat ijin usaha
Usaha toko buah impor memiliki ujin usaha dari dinas perindustrian
dan perdagangan dan sudah terdaftar sebagai pelaku usaha penjualan komoditas
buah impor. Sesuai dengan UUno. 3/1982 ttg Wajib Daftar Perusahaan, Perusahaan
adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap usaha yang bersifat
tetap dan terus menerus didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah
negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan/laba.
c.
NPWP
Sebagai
unit bisnis, kami juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha kami ke Departemen
Perpajakan setempat. NPWP merupakan nomer yang diberikan kepada wajib pajak
sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda
pengenal diri atau identitas bagi wajib pajak dalam melaksanakan hak dan
kewajiban perpajakannya.
d.
Ijin Domisili dan IMB
Karena unit usaha toko buah impor ini akan didirikan di atas
sebidang tanah demi kelancaran usaha maka kami selaku pengusaha juga melakukan
perijian untuk pengeringan tanah. Artinya bahwa kami melakukan pengalihfungsian
lahan yang semula untuk pertanian menjadi bangunan untuk tempat usaha. Selain
itu juga kami melakukan perijinan kepada pemerintah daerah setempat untuk ijin
domisili, karena nantinya selaha berlangsung beberapa karyawan kami akan ada yang
tinggal dan menetap di tempat tersebut.
e.
Bukti Diri
Unit usaha kami juga mempunyai bukti diri mengenai kepemilikan
usaha dan keterangan lain yang berhubungan dengan toko buah impor.
C.
Organisasi
a.
Bagan organisasi
Bagan
organisasi tersebut di buat agar memudahkan mengenai kepemimpinan organisasi
dan dalam pembagian pekerjaan sesuai dengan divisi masing – masing.
b.
Tingkat jabatan
•
Pimpinan, Manajer, Kepala Bagian, Karyawan, Security
D.
Personalia
a.
Kebutuhan tenaga kerja
Kami dalam menjalankan usaha toko buah
membutuhkan kurang lebih 30 tenaga kerja dengan rincian sebagai berikut ;
•
Pimpinan 1 orang, Manajer 4 orang, 1 Kabag. Pelayanan, Pelayan toko 10 orang, 1
Kabag. Pergudangan, Karyawan bagian pergudangan 2 orang, Driver 3 orang,
Clining Service 2 orang, Satpam 2 orang, Petugas parkir 2 orang, Tenaga
srabutan 2 orang.
b.
Tingkat balas jasa
Tingkat balas jasa berupa Gaji, jenjang
karir, Training, Bonus prestasi dan bingkisan THR,
PIMPINA
Manajer Produksi
Manajer SDM /
Manajer Keuang
Manajer Pemasaran
Karyawan
Karyawan
Karyaw
Karyaw
BAB III
ASPEK PEMASARAN
A. Segmentasi, Targeting dan Positioning
a.
Segmentasi
Yang
menjadi segmen dari usaha toko buah adalah segmen menengah ke atas
b.
Targeting
Yang menjadi target market adalah Ibu
rumah tangga, eksekutif muda, dan retail buah.
c.
Positioning
Kami ingin meenciptakan image atau citra
perusahaan di benak konsumen sebagai Toko buah impor terlengkap, nyaman,
menjual buah berkualitas dengan harga yang pas.
B.
Permintaan
a.
Perkembangan permintaan saat ini
Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah – buah segar
semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh.
Terlebih dengan ditunjang oleh beragam cara yang mudah bagi masyarakat untuk
mendapatkan buah – buah segar.
b.
Prospek permintaan di masa yang akan dating
Dengan
membanjirnya berbagai macam produk makanan dan minuman yang serba instan
dimasyarakat akan menyebabkan kondisi persaingan produk – produk yang berbahan
kimia tersebut akan mengalami kejenuhan seiring dengan tingginya persaingan
pada industri teresebut. Kondisi tersebut akan memunculkan titik balik dimana
akan ditandai dengan berkurngnya permintaan akan produk produk tersebut, dan
komsumen beralih ke produk lain yang sejenis yang nonkimia. Terlebih ketika
sekarang sedang ada trend
dari masyarakat yang lebih menyukai produk – produk makananmaupun
minuman herbal dan natural, maka kondisi tersebut jelas akan memunculkan
peluang bagi kegiatan bisnis disektor herbal, tentunya bagi sektor pertaian
seperti buah-buahan juga akan meningkat seiring dengan tingginya kesadarn
masyarakat akan kesehatan mereka.
C.
Penawaran
a.
Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang
relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha
ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah
menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih
bagi konsumen.
b.
Prospek penawaran di masa yang akan datang
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah
pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan
nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif
maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi
informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam
melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi
pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk
menarik pasar.
D.
Analisis Kelayakan Pemasaran
Dalam melakukan analisis Permintaan,
kami menggunakan model matrik pembobotan berskala 1 – 5.
Keterangan :
Sangat lemah : 1
Lemah : 2
Sedang : 3
Kuat : 4
Sangat kuat : 5
No
|
Item yang dinilai
|
Kriteria Penilaian
|
|
Sangat Lemah
|
Lemah
|
Sedang
|
Kuat
|
Sangat Kuat
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
|
SDM
Pesaing
Konsumen
Teknologi
Mode/Trend
Armada
Pemasaran
Harga
Promosi
Distribusi
Produk
dan Lini Produk
Mutu
Produk
Peraturan
Pemerintah
Lingkungan
Bisnis
Ketersediaan
Bhn Baku
Rencana
Pemasaran
Penyimpanan
Produk
Margin
Laba
Ketersediaan
Modal
Pangsa
Pasar
Manajemen
Pemasaran
|
√
|
√
√
√
√
√
√
|
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
|
√
√
√
|
|
Total
Bobot
|
0
|
2
|
18
|
40
|
15
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|